Meski Kunjungan Wisata Turun, tapi Perjalanan Bisnis ke AS Malah Naik

1 day ago 5

New York -

Pariwisata Amerika Serikat kini tengah dalam keadaan yang kurang baik, terlebih akibat kebijakan yang dibuat oleh Pemerintahan Donald Trump. Tapi saat kunjungan wisata ke Amerika Serikat menurun, ternyata kunjungan perjalanan bisnis ke negara tersebut meningkat.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (30/8/2025) data dari SAP Concur melaporkan Amerika Serikat menjadi tujuan pelancong bisnis dan stabil selama semester pertama 2025. Sekitar 15% pemesanan penerbangan bisnis internasional ke Amerika Serikat lebih besar daripada ke Jerman dengan 7,7%, sementara ke Inggris sekitar 7,6%.

Bahkan 80% kunjungan bisnis datang dari warga Kanada, walaupun beberapa waktu lalu antara kedua negara tersebut sempat mengalami gesekan panas. Tingkat pemesanan perjalanan bisnis dari Kanada tetap menunjukkan kenaikan meski tipis, 0,18%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SAP Concur, BCD Travel, dan American Express Global Business Travel mencatat daftar negara dengan tujuan favorit para pelaku bisnis:

1. Amerika Serikat

2. Jerman

3. Inggris

4. Kanada

5. Prancis

6. Spanyol

7. Belanda

8. Meksiko

9. China

10. Belanda

Walaupun pariwisata Amerika Serikat mengalami penurunan minat dari wisatawan Kanada, Eropa Barat, dan sebagian dari Asia. Nyatanya tidak melemahkan keterikatan bisnis di sana.

"Perjalanan bisnis ke Amerika Serikat tampaknya masih berjalan seperti biasa," kata Presiden Concur Travel dari SAP Concur, Charlie Sultan.

Secara keseluruhan, volume perjalanan bisnis global mengalami peningkatan sebesar 2,6% secara tahunan. Namun, jika dilihat per kuartal, laju pertumbuhannya melambat dari 4,5% pada kuartal pertama menjadi hanya 0,6% di kuartal kedua.

Perlambatan itu dianggap wajar dan masih berada dalam batas normal tren musiman, terutama di tengah dinamika global seperti kebijakan tarif yang berubah-ubah serta ketidakpastian ekonomi internasional. Charlie menambahkan bahwa tanda-tanda pemulihan sektor perjalanan bisnis sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 2024.

Saat itu, perjalanan domestik menunjukkan kenaikan sekitar 3%, sementara perjalanan internasional melonjak hampir 6% secara global. Ia menambahkan bahwa tren positif tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga tahun 2025, seiring pulihnya kepercayaan dan kebutuhan perjalanan di sektor korporat.

Meski jumlah kedatangan pelancong bisnis ke Amerika Serikat tetap stabil, tren sebaliknya justru terjadi untuk perjalanan internasional dari Amerika Serikat ke luar negeri. Selama semester pertama 2025, pemesanan penerbangan keluar dari Amerika Serikat mengalami penurunan sebesar 2,3% dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut terdiri dari 1% pada kuartal pertama dan turun lebih dalam sebesar 3,8% pada kuartal kedua. Meski begitu, tren ini masih dianggap wajar dan sejalan dengan pola musiman tahunan.

Asosiasi Perjalanan Amerika (U.S. Travel Association) sendiri telah memprediksi sejak awal tahun bahwa pemulihan di sektor perjalanan bisnis akan berjalan lebih lambat dibanding sektor lainnya. Bahkan, proyeksi mereka menyebutkan bahwa pengeluaran untuk perjalanan bisnis belum akan kembali ke level sebelum pandemi hingga setidaknya setelah tahun 2028.


(upd/wsw)

Read Entire Article