Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan sebanyak 1.757,03 ton atau 99,76 persen dari total bantuan logistik yang tersedia hingga Senin (20/1) sudah disalurkan kepada korban banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Rabu, mengatakan jumlah bantuan tersebut merupakan realisasi penyaluran yang dihimpun sejak 29 November 2025 hingga 19 Januari 2026.
“Penyaluran dilakukan melalui berbagai moda transportasi untuk memastikan bantuan menjangkau seluruh wilayah terdampak,” katanya.
Ia menjelaskan distribusi logistik dilakukan melalui 56 sorti pesawat sewa BNPB, 64 sorti pesawat Hercules, 55 truk melalui jalur darat, serta tujuh kapal laut.
Baca juga: BNPB salurkan dana tunggu hunian Rp600.000/KK korban banjir di Bireuen
Pada distribusi harian 19 Januari 2026, lanjutnya, penyaluran bantuan di Provinsi Aceh dilakukan melalui jalur udara sebanyak 10 sorti dengan muatan 9,9 ton serta jalur darat menggunakan tiga truk dengan muatan 7,5 ton.
Dengan demikian, kata dia, total logistik yang terdistribusi di Aceh pada hari tersebut mencapai 17,4 ton. Sementara itu di Provinsi Sumatra Utara distribusi dilakukan melalui jalur darat menggunakan empat truk dengan total muatan 10,31 ton.
Adapun di Sumatra Barat, bantuan logistik disalurkan melalui jalur darat dengan muatan sebesar 0,19 ton ke wilayah terdampak.
Pusdalops BNPB melaporkan saat ini jumlah penduduk terdampak yang masih bertahan di lokasi pengungsian mencapai 113.903 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah terdampak bencana.
Baca juga: 91,9 ribu warga terdampak bencana Aceh masih bertahan di pengungsian
Dinamika jumlah pengungsi, menurut Abdul, terus berubah seiring dengan proses pembersihan wilayah terdampak, pemulihan kawasan permukiman, serta pembangunan hunian sementara yang mulai berjalan di sejumlah daerah.
BNPB bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, serta kementerian dan lembaga terkait, terus mengoptimalkan penanganan darurat untuk memastikan keselamatan masyarakat terdampak, terutama kelompok rentan.
“Upaya tanggap darurat dan pemulihan awal dilakukan secara terpadu agar transisi menuju tahap rehabilitasi dapat berjalan lebih cepat dan terukur,” ujarnya.
Baca juga: BNPB optimalkan DTH dan percepat pembangunan hunian jelang Ramadhan
Baca juga: BNPB: Jumlah pengungsi Sumatera menurun di tengah percepatan pemulihan
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·