Cadangan Beras RI Melimpah tapi Harga Naik, Ini Penjelasan Mentan

14 hours ago 3

Jakarta -

Menteri Pertanian (Mentan) Amran buka suara terkait dengan banyak pertanyaan dari publik mengapa saat cadangan beras pemerintah (CBP) melimpah, tetapi harga beras mengalami kenaikan. Saat ini CBP yang berada di gudang Perum Bulog mencapai 3,9 juta ton.

Angka tersebut menjadi cadangan terbesar yang dimiliki pemerintah. Namun, saat yang sama harga beras saat ini mengalami kenaikan.

Amran menduga ada penyimpangan yang terjadi di tengah-tengah rantai pasok perberasan. Untuk itu, pemerintah terus melakukan operasi pasar murah untuk mengintervensi kenaikan harga beras saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anomali yang dia maksud juga sempat terjadi pada komoditas minyak goreng. Di mana sekitar beberapa tahun lalu Indonesia sempat mengalami kelangkaan minyak goreng hingga kenaikan yang sangat signifikan. Padahal Indonesia merupakan produsen sawit sebagai bahan baku minyak goreng terbesar dunia.

"Ada yang mengatakan, stok banyak kok harga ada terjadi naik. Itu anomali, kenapa? (Sebagai contoh kasus) Kita produsen CPO terbesar dunia, kita produsen minyak goreng terbesar dunia. Tetapi pernah terjadi di negeri kita, minyak goreng langka. Kalau tidak salah, 3 tahun lalu, 4 tahun langka. Ada yang mengatakan, stok kita banyak (beras) tapi kenapa harga naik. Nah ini yang kita selesaikan dengan operasi pasar besar-besaran, kita siapkan 1,3 juta ton (beras)," terangnya.

Pemerintah terus melakukan perbaikan dalam tata kelola pangan terutama pada produksi beras. Ia menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah mengeluarkan 17 instruksi presiden (inpres) terkait pangan.

"Dalam waktu hanya 8 bulan, kemudian sarana produksi pupuk dulu se-Indonesia ribut, alhamdulillah hari ini sudah terpenuhi. Kemudian irigasi, kami bersama Menteri PU kurang lebih 2 juta (pembangunan irigasi), kita rancang bangun irigasi 2 tahun akan selesai. Kemudian optimalisasi lahan, cetak sawah, stok, kita perkuat stok, alhamdulillah stok kita sangat kuat dan tertinggi dalam sejarah," ungkapnya.

Dalam rangka menurunkan harga beras, pemerintah juga telah melakukan intervensi melalui penyaluran bantuan pangan beras sebanyak 360 ribu ton kepada 18,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Selain itu, intervensi dilanjutkan dengan menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 1,3 juta ton.

Melalui gerakan intervensi itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan langkah itu telah mempengaruhi penurunan harga beras di sejumlah kabupaten/kota.

Dalam datanya yang diterima dari Badan Pusat Statistik (BPS), sebelumnya sebanyak 233 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga beras. Kemudian saat ini jumlah itu telah menurun menjadi 200 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras.

"Gerakan-gerakan stabilisasi harga pangan dengan melakukan gerakan pasar dan lain-lain, menggunakan stok dari Bulog, itu adalah cara yang sudah sangat tepat untuk menjaga stabilitas harga pangan khususnya beras. Tinggal kita bagaimana memasifkan nah itu menggunakan berbagai saluran yang ada," tuturnya.

Dalam data Panel Harga Pangan milik Badan Pangan Nasional, harga beras hari ini masih tinggi. Rata-rata harga beras jenis medium berada di level Rp 13.865/kg dan beras jenis premium Rp 15.985/kg.

Harga tersebut masih di bawah HET jenis medium yang diatur oleh pemerintah yakni Rp 13.500/kg, dan harga jenis Premium Rp 14.900/kg.

(ada/eds)

Read Entire Article