Cerita Pengguna Pakai BYD M6 dan Seal: Paket Lengkap Mobilitas Dalam & Luar Kota

12 hours ago 11
Mobil listrik BYD Seal di IIMS 2026. Foto: Sena Pratama/kumparan

Perjalanan adopsi mobil listrik di Indonesia tidak selalu dimulai dari teknologi canggih atau desain futuristik. Bagi banyak pengguna, keputusan beralih ke kendaraan listrik justru berangkat dari kebutuhan sederhana: kendaraan yang hemat, praktis, dan mudah digunakan sehari-hari.

"Awalnya memang tidak ada intensi untuk ganti ke mobil listrik, kemudian karena satu masalah, kembali lagi di Indonesia cost nomor satu dan lebih murah pajak dan biaya operasional, serta prinsipal BYD meyakinkan ketersediaan sparepart, saya ambil BYD," cerita Eko Budiharsono sebagai pengguna BYD Seal & M6, yang juga Ketua Beyond Community kepada kumparan.

Mobil listrik BYD pertamanya adalah BYD Seal yang ia dapatkan pada Juli 2024 lalu. Kemudian tak berapa lama berselang setelah menikmati benefit menggunakan kendaraan listrik, garasinya bertambah dua model lagi yakni BYD M6.

Selama hampir dua tahun memiliki keduanya, Eko menceritakan pengalamannya baik menggunakan BYD M6 sebagai teman harian, serta BYD Seal untuk mengakomodasi perjalanan jarak jauh.

"Kalau M6 lebih ke arah daily driver dan Seal yang Long Range 650 kilometer kalau keluar kota pasti pakainya Seal, pernah Jakarta-Bali. Jakarta ke Surabaya itu dua sampai tiga kali ngecas dan kebetulan ada diler BYD yang memberikan free charging kemudian beberapa hotel juga sama. Jadi benar-benar enggak nyangka sehemat itu, justru lebih mahal biaya tolnya," terang Eko.

Mobil listrik BYD Seal di IIMS 2026. Foto: Sena Pratama/kumparan

Boleh dibilang di segmen inilah BYD M6 membangun perannya sebagai mobil listrik yang semakin dekat dengan kehidupan keluarga Indonesia. Selayaknya kendaraan multiguna, BYD M6 andal untuk mobilitas harian, serta nyaman untuk kegiatan akhir pekan.

Ruang kabin yang lega, konfigurasi kursi fleksibel, serta fitur kenyamanan menjadi faktor penting bagi keluarga yang mengandalkan mobil untuk berbagai aktivitas, termasuk perjalanan jarak menengah hingga jauh.

"M6 itu untuk harian hemat, karena ini MPV multiguna jok belakang yang bisa dilipat rata itu jadi bagasi untuk bawa barang terkait pekerjaan Jakarta ke Cianjur. Kalau Sabtu dan Minggu juga dipakai untuk keluarga," tambahnya.

Test drive BYD Seal di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika. Foto: BYD

Eko menilai kendaraan ini mampu menjawab kekhawatiran awal terhadap mobil listrik, terutama soal daya tahan dan kepraktisan. Dengan jarak tempuh yang memadai dan biaya perawatan yang relatif rendah, M6 dipandang sebagai alternatif realistis bagi MPV konvensional berbahan bakar bensin. Pengalaman positif ini turut memperkuat kepercayaan terhadap teknologi EV.

"Kami juga punya komunikasi yang baik dengan prinsipal. Itu yang penting dan tidak pernah kami alami dengan produsen mobil lain. Mobil saya sebelumnya produsen Jepang semua, satu-satunya prinsipal yang bisa diajak ngomong ya BYD. Dalam arti kalau punya masalah dan ngomong sama mereka pasti tanggap," terangnya.

Di sisi lain, BYD Seal yang dimiliki berhasil melengkapi mobilitasnya untuk bepergian jarak jauh, baik untuk keperluan pekerjaan, hobi, maupun aktivitas bersama anggota komunitas.

"Terus enaknya lagi kalau di Seal depannya ada trunk. Jadi bawa makanan yang bau itu kayak durian bisa. Jadi benar-benar aman, kabinnya enggak bau, kalau yang lain kan enggak bisa ya baunya campur jadi satu di mobil terus mesti bawa ke tempat bersih-bersih," katanya.

Mobil listrik BYD M6. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

"Kemudian torsinya instan. Malah saya ada teman yang jual mobil sport dan beli BYD. Kedua irit biaya operasional. Kemudian ada juga teman yang mainnya mesin diesel akhirnya saya bilang ngapain beli diesel mesti tune up segala macam, sedangkan ini langsung kencang," pungkas Eko.

Bagi BYD, testimoni pengguna menjadi aset penting dalam membangun reputasi merek. Pengalaman nyata di lapangan sering kali lebih meyakinkan dibandingkan klaim spesifikasi atau iklan. Ketika pengguna merasa puas dengan efisiensi, kenyamanan, dan keandalan kendaraan, kepercayaan publik pun tumbuh secara alami.

"Dalam jangka panjang kami ingin menghadirkan produk dengan fitur dan teknologi tinggi. Harapannya BYD bisa mempertahankan tingkat penerimaan sebanding dengan kualitas produk yang ditawarkan. Saya tidak bicara soal murah, tapi soal keseimbangan antara apa yang dibayar dengan apa yang didapatkan," kata Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan.

Read Entire Article