Human-Centric Design Jadi DNA Subaru Hadapi Persaingan Otomotif Indonesia

1 week ago 8
Suasana peresmian varian edisi khusus Subaru Crosstrek 50 Years All-Wheel Drive Edition di Senayan City, Jakarta, Rabu (18/10). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Di tengah pasar otomotif Indonesia yang semakin sarat teknologi dan adu fitur, Subaru memilih mengambil jalur berbeda. Merek asal Jepang itu menegaskan fokus utamanya bukan sekadar kecanggihan, melainkan pengalaman manusia di balik kemudi.

Pendekatan tersebut dikenal sebagai human-centric design, sebuah filosofi yang menempatkan kebiasaan, kenyamanan, dan keselamatan pengemudi sebagai titik awal pengembangan produk. Subaru meyakini mobil yang baik adalah mobil yang terasa natural saat digunakan, bukan yang terasa rumit oleh teknologi.

Executive General Manager Subaru Indonesia, Adrian Quintano, menjelaskan sejak awal Subaru dirancang dengan cara pandang manusia sebagai pusatnya. Menurutnya, setiap detail mobil Subaru lahir dari pemahaman terhadap perilaku dan kebutuhan pengendara.

Pemaparan Subaru di kantor kumparan. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

“Yang dimulai di Subaru, penekatannya adalah tentang manusia. Mulai dari habitnya manusia, jadi sehingga ketika orang bawa Subaru, itu mereka lebih nyaman,” ujar Adrian saat berkunjung ke kantor kumparan, Jumat (23/1/2025).

Pendekatan tersebut tercermin dari berbagai aspek sederhana namun krusial, mulai dari posisi duduk hingga kemudahan visibilitas. Bahkan karakter SUV Subaru tetap dibuat ramah dan tidak terasa mengintimidasi saat dikendarai.

“Contohlah dari hal-hal kecil, ground clearance, ground clearance Subaru itu walaupun 120 mm ketika orang naik, itu nggak kerasa kayak naik mobil tinggi, sangat nyamanlah,” kata Adrian.

Wujud Subaru Crosstrek terbaru. Foto: Subaru

Menurut Adrian, perhatian terhadap detail tersebut berakar dari budaya Jepang yang sangat menekankan kenyamanan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Filosofi itu kemudian diterjemahkan Subaru ke dalam desain dan rekayasa kendaraan.

“Jadi hal-hal kecil yang dipikirin oleh orang Jepang itu memang untuk kenyamanan manusia,” ucapnya.

Salah satu ciri khas Subaru adalah visibilitas kokpit yang luas, yang terinspirasi dari dunia penerbangan. Aspek ini dinilai berkontribusi langsung terhadap keselamatan dan rasa percaya diri pengemudi.

“Ketika kita masuk ke mobil di Subaru, itu visibilitas kokpitnya sangat bagus. Terinspirasi dari desain pesawat,” tutur Adrian.

Di sisi lain, Subaru juga dikenal tidak terburu-buru mengadopsi teknologi yang belum terbukti. Bagi merek ini, inovasi harus melewati proses pengujian menyeluruh agar tetap aman dan relevan dalam jangka panjang.

Seremoni penyerahan 18 unit perdana Subaru WRX di Jakarta, Minggu 2 April 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

“Dan ketika teknologi itu belum proven, itu tidak akan diwujudkan oleh Subaru,” ujarnya.

Prinsip tersebut membuat Subaru masih mempertahankan teknologi yang dianggap paling sesuai dengan kebutuhan ...

Read Entire Article