Jerome Polin Tolak Tawaran Buzzer Rp150 Juta: Pelajaran Jujur untuk Anak

13 hours ago 2
Jerome Polin. Foto: Instagram/@jeromepolin

Moms, baru-baru ini media sosial heboh dengan unggahan dari Jerome Polin, YouTuber sekaligus edukator muda yang terkenal lewat konten edukasi matematika dan kehidupan sehari-harinya. Bersama sang kakak sekaligus CEO Mantappu Corp, Jehian Sijabat, ia mengungkap adanya tawaran masuk ke tim partnership talent agensinya untuk menjadi buzzer.

Dalam unggahan di Instagram pribadinya, Jerome menuliskan kekecewaannya.

“Nih, aku spill. Uang rakyat dipake buat bayar buzzer per orang 150 juta. 1 post kalo dipake buat naikin gaji guru per orang 10 juta, udah bisa bikin 15 guru hidup sejahtera selama sebulan. Jangan lengah, kita kawal terus. Kita berhak atas transparansi pemakaian uang pajak kita!! Sudah saatnya kita aware.”

Sementara itu, Jehian menegaskan bahwa screenshot pesan tawaran buzzer itu memang masuk ke tim partnership talent agency Mantappu Corp. Ia menuliskan di kolom komentar sang adik, memberi pesan kepada rekan sesama industri untuk tidak tergoda.

“Kepada seluruh teman-teman satu industri kami di Campaign Agency, JANGAN TERGODA UNTUK MENERIMA TAWARAN SERUPA. KEMAJUAN NEGARA INI JAUH LEBIH PENTING DARIPADA UANG BERAPA PUN.”

Sikap tegas Jerome dan Jehian ini langsung menuai banyak pujian. Mereka dianggap memberi contoh bahwa integritas dan kepedulian pada masyarakat jauh lebih penting daripada uang besar.

Ilustrasi pria marah. Foto: Daniel Tadevosyan/Shutterstock

Jika anak Anda sudah lebih besar dan sudah diberi akses media sosial, mungkin salah satu orang yang ia ikuti di medsos adalah Jerome Polin. Nah, saat Jerome memposting soal buzzer mungkin membuat anak bertanya-tanya, apa maksudnya.

Moms, buzzer adalah orang yang dibayar untuk menyampaikan pendapat tertentu di media sosial, meskipun sebenarnya itu bukan pendapat pribadinya.

Jika dijelaskan secara sederhana pada anak, buzzer itu seperti diminta berbicara sesuatu yang tidak sesuai dengan hatinya hanya demi imbalan. Dari sini kita bisa mengenalkan pada si kecil bahwa menyuarakan hal yang tidak sesuai dengan kebenaran bisa merugikan banyak orang.

Tanamkan Kejujuran dan Integritas Sejak Dini

Sikap Jerome dan Bang Ian, sapaan akrab Jehian, menunjukkan bahwa sebesar apa pun imbalan yang ditawarkan, kejujuran tetap nomor satu. Inilah nilai yang penting untuk kita tanamkan pada anak.

Anda bisa menekankan bahwa kejujuran dan integritas adalah dasar dari segala hal, baik di sekolah, di rumah, maupun dalam kehidupan bermasyarakat. Kejujuran dan integritas akan membentuk pribadi yang kuat dan dipercaya orang lain.

Mengajarkan anak untuk memakai suaranya dengan benar sejak dini akan membantu mereka tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berani, dan peduli pada sesama.

Read Entire Article