Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,4 persen pada 2026.
Saat ditemui usai kegiatan Global & Domestic Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis, Anindya menyebut angka itu dapat dicapai bila tiga komponen ekonomi dapat dioptimalkan.
Komponen pertama adalah konsumsi domestik. Menurut dia, pemerintah perlu memastikan belanja pemerintah dapat makin produktif dan efektif agar bisa bekerja secara optimal dalam mendorong kinerja konsumsi.
Belanja pemerintah yang berwujud inisiatif program sosial, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, perlu dipastikan berjalan dengan efektif serta melibatkan pelaku dunia usaha dari sektor riil.
Di samping itu, belanja daerah juga dianggap perlu menjadi perhatian. Anindya mengatakan belanja pemerintah perlu dipastikan terdistribusi secara optimal ke berbagai daerah.
“Bagaimana supaya belanja pemerintah ini makin produktif, efektif, sehingga bisa sampai kepada daerah-daerah yang tahun 2025 mungkin masih mendapatkan efek efisiensi,” jelasnya.
Komponen kedua yaitu perdagangan. Ketum Kadin menilai Indonesia sudah memiliki kinerja perdagangan yang makin positif. Maka dari itu, sektor perdagangan perlu benar-benar dimanfaatkan.
Komponen ketiga adalah investasi. Anindya meyakini kinerja investasi pada 2026 bakal makin tumbuh positif mengingat adanya peran dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Terlebih, Indonesia juga mencetak kinerja pertumbuhan dan stabilitas ekonomi yang terjaga.
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis sudah mempunyai modal yang memadai untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2026.
Untuk mengejar target itu, Purbaya menyelaraskan tiga mesin pertumbuhan demi mengejar ekonomi yang berkelanjutan.
Ketiga mesin pertumbuhan itu di antaranya fiskal, sektor keuangan, dan investasi. Ketiganya diharapkan dapat bergerak selaras dan saling memperkuat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga: Kadin optimistis target investasi RI pada 2026 tercapai
Baca juga: Kadin bidik sektor pangan-manufaktur untuk tarik UKM ke rantai pasok
Baca juga: Kadin ajak swasta tambah lapangan kerja demi naikkan kelas menengah
Baca juga: Kadin: Sinergi diperlukan untuk atasi dampak ekonomi banjir Jakarta
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·