Jakarta -
Tak sedikit orang memiliki kebiasaan minum kopi atau teh setelah bangun tidur. Minum kopi atau teh di pagi hari juga bisa jadi rutinitas sebagian orang sebelum memulai aktivitas agar lebih fresh.
Kedua minuman tersebut juga bisa dinikmati di sela-sela menyantap roti, telur, nasi, atau membaca berita sebelum beraktivitas. Namun, manakah yang lebih baik diminum di pagi hari, kopi atau teh?
1. Manfaat Minum Kopi
Secangkir kopi ternyata menyimpan banyak manfaat. Ahli gizi Maddie Pasquariello, MS, RDN, menjelaskan kopi yang diseduh mengandung antioksidan, termasuk asam klorogenat dan berbagai polifenol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Antioksidan adalah senyawa yang berfungsi melindungi tubuh dari kerusakan sel dengan menetralisir radikal bebas. Mekanisme ini berpotensi menurunkan risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker.
"Antioksidan dalam kopi juga dapat mendukung kesehatan otak , fungsi metabolisme, dan jalur detoksifikasi hati," jelas ahli diet Samantha Peterson, MS, RD, dikutip dari Real Simple, Kamis (28/8/2025).
Bahkan kafein dalam kopi juga memiliki beberapa manfaat kesehatan, karena dapat membantu melindungi dari peradangan.
2. Manfaat Minum Teh
Seperti halnya kopi, teh berkafein, seperti teh hijau dan teh hitam juga menjadi pilihan populer di pagi hari. Kedua jenis teh ini memiliki daftar manfaat yang tidak kalah mengesankan.
Peterson menyebutkan teh hijau dan teh hitam merupakan sumber antioksidan yang sangat kuat karena kaya akan katekin, terutama epigallocatechin gallate (EGCG) pada teh hijau dan theaflavin pada teh hitam.
Antioksidan tersebut berperan dalam menjaga kesehatan jantung, mendukung metabolisme, menyeimbangkan hormon, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
"Selain itu, teh memberikan dorongan energi yang lebih lembut berkat kandungan L-theanine-nya, yang mendorong kewaspadaan yang tenang dan terfokus tanpa rasa gelisah atau lonjakan kortisol yang dialami sebagian orang saat minum kopi." tutur Peterson.
3. Lebih Baik Kopi atau Teh di Pagi Hari?
Jika dibandingkan, ternyata tidak ada jawaban mutlak apakah kopi atau teh lebih baik untuk diminum di pagi hari. Menurut Pasquariello, perbedaan antara mengganti kopi dengan teh atau sebaliknya sebenarnya tidak akan berdampak besar pada kesehatan secara keseluruhan, selama faktor lain tetap sama.
Meskipun kopi hitam mungkin menawarkan lebih banyak polifenol dan kafein dibandingkan teh hitam atau teh hijau, kesehatan tidak ditentukan oleh satu kebiasaan saja.
"Kesehatan Anda terdiri dari lebih banyak kebiasaan dan komponen, [jadi] Anda mungkin tidak akan merasakan perbedaan yang signifikan dalam hal pencegahan penyakit kronis atau peningkatan kesehatan secara keseluruhan," tambah Pasquariello.
Begitu juga pilihan mengonsumsi kopi dan teh disesuaikan dengan kebutuhan individu. Peterson menyarankan agar faktor seperti kestabilan energi, suasana hati, fokus, pencernaan, dan kualitas tidur dijadikan pertimbangan. Menurutnya, tidak ada yang benar atau salah, melainkan bagaimana seseorang menyesuaikan dengan kebutuhan unik tubuhnya.
Bila membutuhkan dorongan kognitif yang lebih kuat atau sedang menghadapi aktivitas mental maupun fisik intens di pagi hari, kopi dapat menjadi pilihan tepat karena memberikan energi yang lebih cepat. Kopi juga cocok untuk mereka yang mampu memetabolisme kafein dengan baik dan tidak mengalami efek samping seperti kecemasan, gangguan pencernaan, atau kesulitan tidur.
Sebaliknya, teh cenderung memberi energi yang lebih stabil dan tenang. Pilihan ini bisa lebih tepat bagi mereka yang merasa mudah gelisah setelah minum kopi, sulit meminumnya saat perut kosong, atau memiliki metabolisme kafein yang lambat.
Teh juga dianjurkan bagi individu yang sedang fokus pada keseimbangan hormon, kesehatan adrenal, atau pemulihan usus. Selain itu, teh dapat membantu menjaga hidrasi, meskipun air putih tetap menjadi pilihan terbaik.
"Pada akhirnya, pilihan yang tepat bergantung pada tubuh Anda, tujuan Anda, dan bagaimana Anda merespons kafein," simpul Peterson.
(suc/suc)