Mendagri salurkan alat pembersih lumpur dari Presiden di Aceh Tamiang

1 week ago 14

Aceh Tamiang, Aceh (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyalurkan alat pembersih lumpur dari Presiden Prabowo Subianto kepada Pemerintah Aceh Tamiang untuk mempercepat pemulihan pascabencana banjir serta mendukung aktivitas masyarakat dan layanan publik daerah setempat.

"Pada pagi ini yang kita serahkan adalah dari bantuan Presiden (Prabowo Subianto) yaitu skid loader sebanyak sembilan unit, bukan kelas besar tapi kelasnya kelas mini untuk masuk ke gang-gang dan masuk ke rumah-rumah karena kalau yang besar itu nanti malah merobohkan rumah nanti," kata Mendagri di Aceh Tamiang, Aceh, Jumat.

Pada kesempatan yang sama Tito juga menyerahkan perlengkapan lainnya berupa 5.000 pasang sepatu boots, 3.000 gerobak dorong (lori), 1.000 sekop, serta 1.000 cangkul.

Seluruh alat tersebut diserahkan Mendagri secara simbolis kepada pemerintah daerah untuk digunakan secara maksimal dalam pembersihan rumah warga hingga fasilitas layanan publik.

"Kemudian perlengkapan 'peperangannya' sepatu boots, gerobak dorong, sekop, cangkul. Nah inilah senjatanya, perang melawan lumpur dan lumpur yang mengeras," ujar Tito.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian (tengah) didampingi pejabat lainnya dalam penyaluran alat pembersih lumpur di Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Harianto

Selain di Aceh Tamiang, Mendagri mengatakan pemerintah juga mengupayakan dukungan bagi daerah terdampak lumpur lain seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Kota Bireuen, dan Pidie Jaya, guna mempercepat pemulihan dan aktivitas masyarakat setempat.

Untuk di Gayo Lues, Bener Meriah dan Aceh Tengah kondisinya, menurut dia, relatif lebih aman.

Sedangkan untuk jalan serta jembatan terdampak longsor, sehingga membutuhkan penanganan infrastruktur khusus agar konektivitas dan mobilitas warga kembali pulih, kata Tito.

Mendagri menegaskan bantuan dari Presiden diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan Aceh Tamiang, yang saat ini menjadi satu-satunya daerah dengan pemerintahan yang belum sepenuhnya normal akibat dampak bencana banjir dan lumpur.

Ia menyebut Bireuen telah normal, Kota Langsa juga berfungsi baik, dan seluruh kabupaten/kota Aceh lainnya berjalan normal kecuali Aceh Tamiang yang masih membutuhkan percepatan pemulihan layanan publik dari pemerintahan setempat.

Sejumlah alat pembersih lumpur di yang disalurkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Harianto

Tito mengaku telah mengecek langsung melalui daring (zoom) dengan para kepala daerah, termasuk di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, yang wilayahnya terdampak bencana namun pemerintahannya tetap berjalan lancar, dengan dinas-dinas beroperasi penuh melayani masyarakat.

"Jadi sekali lagi sumbangan atau bantuan ini dari Bapak Presiden ini kiranya bisa meringankan dan bisa mempercepat pemulihan di Aceh Tamiang ini. Satu-satunya pemerintahan yang belum berjalan normal sepenuhnya," katanya.

Berdasarkan Laporan Pantauan Data dan Penanggulangan Bencana Alam Hidrometeorologi di Posko Terpadu Kabupaten Aceh Tamiang per 22 Januari 2026, pukul 18.00 WIB, tercatat wilayah dan korban terdampak banjir dan longsor di sana tersebar di 12 kecamatan, 209 kampung. Sebanyak 101 orang di antaranya meninggal dunia dan 18 orang lainnya luka-luka.

Selain itu tercatat 1.435 kepala keluarga (KK) dan 5.901 jiwa mengungsi. Sedangkan 73.670 KK dan 290.466 jiwa tidak mengungsi.

Sejumlah alat pembersih lumpur di yang disalurkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian di Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Harianto

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article