Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengajak seluruh karyawan hingga pejabat Komdigi untuk menjadikan budaya bersih sebagai fondasi disiplin aparatur melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan Komdigi.
Langkah ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar kementerian dan lembaga membangun lingkungan kerja yang tertib, sehat, dan aman sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang profesional.
Menurut Meutya, kebersihan bukan sekadar urusan teknis, melainkan cerminan tanggung jawab dan integritas aparatur negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Sesuai arahan Pak Presiden, kita bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI,” kata Meutya di Lapangan Anantakupa, Kantor Kementerian Komdigi, Jumat (13/2).
Meutya menegaskan urusan kebersihan kantor bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan. Setiap pegawai harus membersihkan ruang kerjanya sendiri.
Ia mengajak seluruh pejabat dan pegawai membangun kebiasaan korve rutin agar budaya bersih menjadi bagian dari etos kerja.
“Hari ini kita sebarkan kegiatan ASRI sampai ke ruang kerja. Kita tidak hanya mengandalkan OB. Kebiasaan ini harus kita lakukan terus,” ujarnya.
Meutya pun meminta kegiatan korve dilakukan setiap Jumat pagi menjelang Ramadan dan Imlek. Ia mau suasana kerja yang bersih menjadi bagian dari persiapan menyambut bulan ibadah dan hari besar keagamaan.
“Saya ingin setiap Jumat pagi kita lakukan pembersihan lingkungan kantor. Menjelang Ramadan dan Imlek, kita mulai dengan hati yang bersih,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti Pejabat Tinggi Madya, Pejabat Tinggi Pratama, serta seluruh pegawai di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digital.

13 hours ago
9








English (US) ·