Pasukan Kurdi Setuju Bergabung dengan Pemerintah dan Militer Suriah

5 days ago 13
Anggota pasukan keamanan umum mengamati lingkungan Sheikh Maksoud setelah menguasai wilayah tersebut, menyusul runtuhnya kesepakatan antara pemerintah Suriah dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), di Aleppo, Suriah, Sabtu (10/1/2026). Foto: Khalil Ashawi/REUTERS

Pasukan Kurdi menyatakan integrasi dan gencatan senjata komprehensif dengan negara Suriah. Kesepakatan itu terwujud pada Jumat (30/1).

Pasukan Kurdi yang tergabung dalam Pasukan Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/SDF) menyatakan akan bergabung dengan pemerintahan maupun militer Suriah.

Di bawah kesepakatan tersebut, pasukan SDF di garis depan utara Suriah akan mundur. Selanjutnya, pasukan Suriah di bawah Kementerian Dalam Negeri akan dikerahkan ke pusat kota Hasakah dan Qamishli, yang sebelumnya dikuasai SDF.

Selain itu, seluruh pasukan keamanan lokal di bawah SDF juga akan digabungkan ke dalam Pemerintah Suriah.

Kesepakatan itu terjalin setelah pasukan pemerintah Suriah di bawah komando Presiden Ahmed al-Sharaa berhasil merebut kawasan timur dan utara Suriah dari tangan SDF pada Januari ini.

Perebutan tersebut memaksa pasukan Kurdi, yang sebelumnya memberontak, semakin menyempit kekuatannya.

Adapun kesepakatan ini juga mencakup pembentukan divisi militer yang berasal dari tiga brigade SDF.

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menandatangani perjanjian gencatan senjata di Istana Kepresidenan di Damaskus, Suriah, Minggu (19/1/2026). Foto: Rami al Sayed / AFP

“Kesepakatan ini bertujuan untuk menyatukan wilayah Suriah dan mencapai integrasi penuh di kawasan tersebut dengan memperkuat kerja sama antara pihak-pihak terkait serta menyatukan upaya untuk membangun kembali negara,” tulis salah satu bagian dari kesepakatan itu, seperti dikutip dari Reuters.

Seorang pejabat senior pemerintah Suriah mengatakan kepada Reuters bahwa kesepakatan tersebut sudah final. Ia menyebut implementasinya akan segera dimulai.

Read Entire Article