Jakarta (ANTARA) - Sejumlah jembatan yang sebelumnya terputus akibat banjir yang menerjang wilayah Aceh kini pembangunannya telah rampung dan mulai digunakan kembali oleh warga untuk beraktivitas, sementara lainnya terus dikebut agar segera selesai.
Tim Media Presiden melaporkan pembangunan jembatan Bailey dan Armco ini dilaksanakan melalui sinergi pemerintah daerah bersama TNI sebagai bagian dari percepatan pemulihan mobilitas warga, khususnya di wilayah yang sebelumnya terdampak kerusakan infrastruktur akibat bencana.
"Di beberapa lokasi, jembatan Bailey telah selesai dibangun dan langsung dimanfaatkan masyarakat. Jembatan PLTA Angkup, Kabupaten Aceh Tengah misalnya, kini telah rampung 100 persen," tulis keterangan Tim Media Presiden di Jakarta, Sabtu.
Jembatan bercat merah putih tersebut berdiri kokoh melintasi sungai dan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi pun kembali berjalan normal.
Baca juga: Warga Tukka senang dengan kecepatan buka akses jalan ke desa terisolir
Hal serupa terlihat pada jembatan Bailey di Bener Pepanyi, Kabupaten Bener Meriah yang juga telah selesai sepenuhnya. Meski masih terdapat alat berat di sisi jembatan, pekerjaan utama telah tuntas. Sejumlah kendaraan, termasuk truk, sudah terlihat melintas, menandakan jembatan siap menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.
Sementara itu, pembangunan jembatan Bailey di ruas jalan menuju Bandara Rembele, Bener Meriah masih terus berlanjut. Rangka jembatan telah terpasang dengan kuat, dan saat ini personel TNI tengah menyelesaikan pemasangan baja pelapis lantai jembatan.
Alat berat masih dilibatkan untuk mempercepat proses pemasangan material agar jembatan segera dapat digunakan.
Progres serupa juga berlangsung di jembatan Bailey Matang Serdang, Kabupaten Aceh Tamiang. Di lokasi ini, alat berat dikerahkan untuk mengangkut rangkaian baja, sementara personel TNI secara bertahap memasang dinding pembatas dan lantai jembatan.
Selain jembatan Bailey, pembangunan jembatan Armco di beberapa desa di Aceh juga menunjukkan perkembangan signifikan. Jembatan Armco Desa Terban, Aceh Tamiang telah rampung dan sudah dapat dilalui kendaraan. Di tahap akhir, personel TNI masih melakukan penghalusan pada tembok pembatas untuk menyempurnakan konstruksi.
Baca juga: Kecamatan Pining Gayo Lues sudah bisa diakses meski penuh tantangan
Di Desa Blang Kandis, Aceh Tamiang pembangunan jembatan Armco masih dalam tahap penyelesaian. Pelat baja Armco telah terpasang, demikian pula beton pelapis berlapis batu kali. Saat ini, pengerjaan difokuskan pada pengurukan dan perapihan badan jalan di atas jembatan, serta pemlesteran beton pelapis gorong-gorong.
Sementara itu, jembatan Armco di Desa Salah Sirong 2 hampir sepenuhnya rampung. Beton pelapis telah terpasang dan tengah menunggu proses pengeringan. Jalan di atas jembatan sudah diratakan dan secara fungsional telah dapat dilalui kendaraan.
Adapun di Desa Salah Sirong 3, pembangunan jembatan Armco masih berada pada tahap perakitan baja. Personel TNI terlihat merakit struktur Armco yang akan dipasang pada sungai yang sebelumnya terputus akibat banjir.
Pemerintah bersama TNI terus memastikan seluruh pembangunan jembatan ini diselesaikan dengan cepat. Kehadiran jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat segera memulihkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong kembali aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di Aceh.
Baca juga: Pembangunan jembatan gantung di Aceh segera rampung
Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·