Serba-serbi Harlah ke-100 NU

3 days ago 13
Suasana acara puncak Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta pada Sabtu (31/1/2026). Foto: Luthfi Humam/kumparan

Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) memperingati Harlah ke-100 di Istora Senayan, pada Sabtu (31/1). Acara ini digelar meriah, dengan mengusung tema "Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Mulia".

Sejumlah tokoh hadir pada acara ini, mulai dari Sinta Nuriah Wahid, Yenny Wahid hingga ketua MPR Ahmad Muzani. Berikut rangkumannya.

Menag hingga Sinta Wahid Hadiri Puncak Harlah Ke-100 NU

Perayaan puncak Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1). Pantauan kumparan menunjukkan kehadiran tokoh dari pemerintah, lembaga negara, serta elite partai politik di lokasi acara yang mengusung tema besar “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”.

Pantauan kumparan di lokasi sekitar pukul 09.40 WIB, tampak sejumlah tokoh sudah berada di bangku VIP. Perwakilan dari pemerintah hadir Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang duduk di samping Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf.

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan pada Harlah ke-100 tahun NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Selain itu, tampak pula tokoh lainnya seperti istri presiden ke-4 Sinta Nuriyah Wahid bersama putrinya Yenny Wahid serta Ketua MPR Ahmad Muzani dan Ketua DPD Sultan Bahtiar Najamuddin di antara undangan yang hadir pada puncak acara tersebut.

Lalu, hadir pula sejumlah tokoh dari elite partai politik yaitu ketua umum PPP Muhamad Mardiono, Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf, dan Sekjen Golkar Sarmuji.

Gus Yahya Singgung Hujan dan Dinamika Internal PBNU

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dalam sambutannya pada puncak peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) menyinggung hujan lebat yang turun di pagi hari dan dinamika internal yang sempat terjadi di tubuh organisasi sebelum perayaan digelar. Ia mengaitkan pengalaman tersebut sebagai bagian dari proses menuju peringatan satu abad NU.

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan pada Harlah ke-100 tahun NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Alhamdulillah. Bapak Ibu yang saya hormati, syukur kepada Allah SWT. Setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah lebatnya, hari ini kita rayakan, kita peringati Harlah 100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama sebagai Nahdlatul Ulama yang satu,” kata Gus Yahya.

Gus Yahya kemudian memaparkan tema besar acara puncak Harlah yaitu “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia”, yang menurutnya mencerminkan kesamaan visi dan idealisme NU dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan bahwa kita semua, sebagai bangsa, sebagai negara, harus ikut serta menjalankan ketertiban dunia yang berdasarkan atas kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ujarnya.

Gus Yahya: Visi dan Misi NU Sebangun dengan Proklamasi Indonesia

Gus Yahya juga menegaskan bahwa visi dan misi PBNU sepanjang sejarah berdirinya organisasi ini sejalan dan sebangun dengan cita-cita Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengatakan hal itu dalam sambutan yang disampaikan pada puncak Harlah ke-100 NU di Istora Senayan.

“Kenapa mengawal Indonesia merdeka? Karena visi dan idealisme Nahdlatul Ulama sama dan sebangun dengan visi dan idealisme Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Gus Yahya.

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf menyampaikan sambutan pada Harlah ke-100 tahun NU di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa visi yang diusung NU mencakup pelaksanaan ketertiban dunia yang berlandaskan atas kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial, sebagaimana tujuan organisasi tersebut sejak awal berdiri.