Seskab Teddy: 2 Bulan Pascabencana, Fakta di Lapangan Pemulihan Sumatera Cepat

12 hours ago 12
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya saat konferensi pers rekonstruksi pascabencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan capaian pemulihan bencana di wilayah Sumatera yang dinilai berlangsung cepat dalam dua bulan terakhir pascabencana.

Menurut Teddy, data dan kondisi di lapangan menunjukkan kerja lintas sektor pemerintah berjalan konkret dan terkoordinasi.

“Saat ini kita sudah memasuki dua bulan pascabencana. Data, fakta, dan realitas di lapangan menunjukkan hasil kerja yang super cepat dan konkret dari pemerintah, yang tentunya bekerja sama dengan seluruh elemen, mulai dari TNI, Polri, relawan, hingga seluruh warga masyarakat,” ujar Teddy dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2).

5.500 Hunian Tersedia, 1.500 Unit Rampung Sebulan

Dalam kurun dua bulan, pemerintah mencatat progres signifikan pada penyediaan hunian bagi warga terdampak.

“Beberapa bukti konkret yang telah dicapai dalam dua bulan ini antara lain telah tersedia 5.500 hunian. Bahkan dalam satu bulan terakhir saja, sudah selesai dibangun 1.500 unit hunian yang siap digunakan,” kata Teddy.

Hunian tersebut disiapkan untuk mempercepat relokasi warga dari tenda darurat ke tempat tinggal yang lebih layak.

98 Jembatan dan 99 Ruas Jalan Sudah Pulih

Di sektor infrastruktur, pemerintah melaporkan 98 jembatan yang sebelumnya rusak kini telah diperbaiki dan kembali berfungsi.

Selain itu, 99 ruas jalan yang sempat terputus akibat bencana kini sudah dapat dilalui secara normal.

Pemulihan akses transportasi dinilai penting untuk mendukung distribusi logistik dan pergerakan ekonomi masyarakat.

Pengendara sepeda motor melintasi Jembatan Bailey di Jorong Aia Taganang, Matur, Agam, Sumatera Barat, Minggu (25/1/2026). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO
Foto udara warga melintasi jembatan darurat di Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat, Senin (26/1/2026). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

87 RS dan 867 Puskesmas Kembali Beroperasi

Pada sektor kesehatan, fasilitas yang terdampak juga dilaporkan telah kembali berfungsi.

“Di bidang kesehatan, terdapat 87 rumah sakit dan 867 Puskesmas yang sebelumnya terdampak, kini dalam waktu 1 hingga 2 bulan, sudah siap kembali melayani pasien,” kata Teddy.

Di bidang pendidikan, sekolah-sekolah di wilayah terdampak disebut hampir seluruhnya kembali beroperasi.

“Sektor pendidikan juga menunjukkan kemajuan pesat, di mana sekolah-sekolah sudah hampir 100% beroperasi kembali, sebagaimana dilaporkan oleh Pak Menteri Pendidikan (Abdul Mu’ti). Pasar-pasar sudah mulai beroperasi sehingga rantai ekonomi di seluruh wilayah terdampak sudah kembali berjalan,” kata Teddy.

Mendagri Tito Karnavian dalam pertemuan bersama sejumlah menteri, bahas percepatan pemulihan bencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Foto: Kemendagri RI
Warga melintas di kawasan terdampak banjir bandang di Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh, Tanah Datar, Sumatera Barat, Sabtu (10/1/2026). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

Fokus Penyaluran Dana dan Peran Kepala Daerah

Selain pembangunan fisik, pemerintah memprioritaskan percepatan penyaluran bantuan dana, baik kepada pemerintah daerah maupun langsung kepada warga.

“Selain pembangunan fisik, fokus Satgas dan seluruh tim juga tertuju pada penyaluran dana, baik dana ke Pemerintah Daerah (Pemda) maupun dana bantuan langsung kepada warga yang terdampak. Hal ini dilakukan sesuai dengan data yang dimiliki oleh masing-masing kepala daerah,” tuturnya.

Teddy menekankan pentingnya pendataan cepat oleh kepala daerah agar bantuan tepat sasaran.

“Oleh karena itu, peran cepat dari kepala daerah dalam melakukan pendataan sangatlah dibutuhkan. Bapak Presiden tidak ragu-ragu untuk memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada warga sesegera mungkin,” ujarnya.

Read Entire Article