Jakarta (ANTARA) - TNI AU mengerahkan pesawat angkut CN-295 untuk mendukung kebutuhan logistik Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan dalam pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Selasa (20/1).
Upaya itu dilakukan TNI AU guna membantu proses evakuasi puing maupun korban pesawat ATR 42-500 yang saat ini sedang dilakukan tim SAR gabungan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, mengatakan Pesawat CN-295 itu diberangkatkan dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar.
Setibanya di Makassar, logistik disalurkan ke titik-titik operasi melalui jalur udara maupun darat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
"Dukungan tersebut berupa pengiriman ransum Naraga bagi personel tim gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Basarnas, Polri, serta relawan," kata I Nyoman.
"Pasokan logistik ini sangat diperlukan untuk menjaga kondisi fisik personel yang bekerja di tengah cuaca yang tidak menentu serta akses wilayah yang terbatas," tambah dia.
Hingga saat ini, operasi pencarian masih terus berlangsung dengan melibatkan berbagai unsur SAR. Tim gabungan difokuskan menyisir area pegunungan Bulusaraung untuk menemukan korban dan melakukan evakuasi.
Dengan adanya bantuan logistik tersebut, I Nyoman berharap proses evakuasi pesawat ATR 42-500 dapat berjalan dengan maksimal.
Baca juga: TNI AU kerahkan pesawat Hercules antar material huntara ke Aceh
Baca juga: TNI AU kerahkan heli Caracal dan Boeing untuk evakuasi ATR 42-500
Baca juga: TNI AU kerahkan RSAU bantu identifikasi korban pesawat ATR 42-500
Pewarta: Walda Marison
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.









English (US) ·