Tradisi beri suvenir untuk pererat persahabatan lewat ASEAN Para Games

2 weeks ago 7

Nakhon Ratchasima (ANTARA) - Tradisi memberi suvenir berupa pin berlambang garuda kembali dilakukan atlet-atlet Indonesia, sebagai simbol untuk mempererat persahabatan dan penguatan hubungan antarnegara lewat ASEAN Para Games (APG).

Momen tersebut dilakukan para atlet yang mengenakan pakaian adat dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan Sumatera Utara, guna menyapa relawan serta delegasi negara lain dengan senyum dan cenderamata khas Indonesia.

"Silakan ini suvenir Indonesia untukmu," kata Agustiningsih, atlet para tenis meja putri Indonesia, sambil menyerahkan pin garuda kepada relawan yang bertugas pada upacara pembukaan ASEAN Para Games 2025 Thailand, di 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Selasa (20/1) malam.

Dia menjelaskan, kontingen Merah Putih memaknai keikutsertaan pada ASEAN Para Games 2025 bukan hanya lewat prestasi olahraga, tetapi juga diplomasi budaya.

Aksi sederhana itu disambut antusias para relawan.

"Terima kasih, pin Indonesia keren," kata relawan asal Thailand Isnai Hayibura, yang sedikit fasih berbahasa Indonesia.

Baca juga: ASEAN Para Games 2025 usung konsep inklusivitas dan kebanggaan bersama

Relawan itu bukan satu-satunya yang beruntung mendapatkan pin dari atlet-atlet Indonesia. Ratthakit Sathianthitikorn juga mendapatkan pin Garuda dari atlet Indonesia.

"Sangat senang dengan tradisi menukar pin ini karena saya jadi sedikit tahu tentang budaya Indonesia. Saya juga menunggu defile dari kontingen Indonesia yang menampilkan pakaian adatnya," ujar dia.

Selain diberikan kepada relawan, atlet Indonesia juga dengan antusias memberikan barang serupa kepada atlet dari negara lain.

Pemberian pin menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang mempererat keakraban, sekaligus memperkenalkan identitas Indonesia kepada tuan rumah.

Sementara itu, upacara pembukaan menandai secara resmi dimulainya ASEAN Para Games edisi ke-13 yang digelar di Nakhon Ratchasima pada 21-26 Januari 2026.

Sejumlah cabang olahraga mulai dipertandingkan pada hari pertama, termasuk para renang, para angkat berat, dan para atletik.

Indonesia hadir dengan 290 atlet yang akan bertanding di 18 cabang olahraga, dengan target minimal 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu.

Selain membidik target prestasi, kontingen Merah Putih juga menegaskan komitmen pada nilai inklusivitas, persahabatan, dan sportivitas.

Baca juga: ASEAN Para Games ke-13 resmi dibuka di Nakhon Ratchasima

Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article