2 Pusaka Pangeran Diponegoro Mejeng di Sini, Tombak dan Tongkat Sakti

1 day ago 4
StarJudi
WinJudi
StarJudi
WinJudi
StarJudi winjudi slot
winjudi
Terkuak Bagaimana Cara Pengemudi Ojek Online Mendapatkan Jutaan Setiap Harinya! Cuma Server Thailand yang Bisa Begini?
3 Racikan Super!! Inilah Kisah Pak Gito Supir Gocar yang Berhasil Merubah Nasibnya
Admin Kim Dari Server Thailand: Jangan Pernah Bosen Main di Mahjong Ways, Besok Pasti Menang, Kami Kasih Garansi! Cek Polanya Disini
Beginilah Nasib Pegawai PPSU Setelah Mendaftar di Server Thailand Main Receh Dapat Jepe Juataan
Cuma Disini Dapat Akun Server Thailand Garansi Tarif Murah, Yang Lebih Mahal? Banyak!
Epic Comeback Mahjong Ways Nekat Pakai Bet Gede Main Di Server Thailand
Main Slot Kakek Zeus Di Server Thailand Modal 30K Maxwin 2 Juta
Paling Viral! Server Thailand Kasih Bocoran Tarif Paling Murah, Ojek Online Kembali Berjaya?
Pola Mahjong Hari Ini ! Main Cuma 1 Menit Profit 5,6 Juta
Slot Vivoslot: Slot Online yang Pernah Berjaya Pada Masanya: Game Roma Apa Kabarnya? Bisa Demo?
Starlight Princess x1000: Cerita Sukses Master Jul yang Menang Ratusan Juta Karena Bermain PG Soft
Bagaimana Rahasia yang Terdapat Pada RTP Game Server Thailand yang Tinggi dan Apakah Akan Memunculkan Menang Paus untuk Keuntungan Maksimal?
Efek Samping Dari Bermain Mahjong Ways Tanpa Menggunakan Pola Gacor Terbaru: Bersiaplah Rungkad Jika Tanpa Pola!
Menggemparkan Admin Server Thailand: 3 Trik Menang Besar di Mahjong Ways yang Diviralkan oleh Bang Boro di Media Sosial
3 Shio Ini Akan Mendapatkan Rezeki yang Berlimpah, Cek Disini Cara Menang Besar di Sugar Rush

Yogyakarta -

Pameran Vredeburg Fair 2024 bakal spesial. Itu karena tombak dan tongkat Pangeran Diponegoro akan dipamerkan di sini.

Pameran sejarah di Vredeburg Fair ke-10 akan memamerkan koleksi masterpiece yang sangat berharga, yaitu Tongkat Kanjeng Kiai Cokro dan Tombak Kanjeng Kiai Rondhan.

Dua pusaka itu merupakan milik Pangeran Diponegoro, Mereka telah menjadi saksi bisu dari Perang Jawa pada tahun 1825-1830.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melalui proses repatriasi dari Belanda dan kembali ke Indonesia sejak tahun 2015, tongkat dan tombak ini untuk pertama kalinya dipamerkan di Yogyakarta dalam rangkaian acara Vredeburg Fair 2024.

Koleksi masterpiece yang dipamerkan ini bukan hanya koleksi biasa, melainkan simbol dari perjuangan dan spiritualitas Pangeran Diponegoro. Pameran Vredeburg Fair 2024 ini akan berlangsung hingga 29 September 2024 mendatang.

Vredeburg Fair 2024Pameran Vredeburg Fair 2024 Foto: (dok. Istimewa)

Tongkat Kanjeng Kiai Cokro memiliki sejarah panjang, dimulai dari Kesultanan Demak pada abad ke-16, sebelum akhirnya menjadi pusaka Pangeran Diponegoro pada tahun 1815. Tongkat Kanjeng Kiai Cokro memiliki panjang 1,4 meter dan memiliki simbol cakra di ujung atasnya.

Sementara Tombak Kanjeng Kiai Rondhan merupakan salah satu pusaka kesayangan milik Pangeran Diponegoro dan memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan perlawanan Diponegoro, termasuk peristiwa saat tombak ini hilang dalam penyergapan di pegunungan Gowong pada tahun 1829.

Dengan dipamerkannya kedua pusaka Pangeran Diponegoro, pengunjung tidak hanya diajak untuk mengenang masa lalu, tetapi juga meresapi semangat perjuangan yang diwariskan oleh Pangeran Diponegoro.

"Dengan menampilkan pusaka seperti Tongkat Kanjeng Kiai Cokro dan Tombak Kanjeng Kiai Rondhan, kami berharap pengunjung dapat merasakan dan memahami lebih dalam arti dari perjuangan dan keberanian Pangeran Diponegoro," ujar Plt. Kepala Indonesian Heritage Agency, Ahmad Mahendra, Rabu (18/9/2024).

Selain pusaka Pangeran Diponegoro, Vredeburg Fair 2024 juga menyajikan koleksi periode revolusi dalam perang gerilya yang dipimpin Jenderal Sudirman dan juga koleksi Baju dan Mobil yang digunakan oleh Sultan Hamengkubuwono X.

"Kehadiran dua pusaka milik Pangeran Diponegoro dan juga berbagai koleksi sejarah penting lainnya di Vredeburg Fair 2024 menjadi kesempatan langka bagi pengunjung untuk menyaksikan langsung salah satu simbol penting dari perjuangan kemerdekaan Indonesia," pungkas Penanggung Jawab Unit Museum Benteng Vredeburg, M. Rosyid Ridlo.


(wsw/wsw)

Read Entire Article