4 Fakta Gedung DPR, Ternyata Bukan Berbentuk Kura-kura

4 weeks ago 12
StarJudi
WinJudi
StarJudi
WinJudi
StarJudi winjudi slot
winjudi
Terkuak Bagaimana Cara Pengemudi Ojek Online Mendapatkan Jutaan Setiap Harinya! Cuma Server Thailand yang Bisa Begini?
3 Racikan Super!! Inilah Kisah Pak Gito Supir Gocar yang Berhasil Merubah Nasibnya
Admin Kim Dari Server Thailand: Jangan Pernah Bosen Main di Mahjong Ways, Besok Pasti Menang, Kami Kasih Garansi! Cek Polanya Disini
Beginilah Nasib Pegawai PPSU Setelah Mendaftar di Server Thailand Main Receh Dapat Jepe Juataan
Cuma Disini Dapat Akun Server Thailand Garansi Tarif Murah, Yang Lebih Mahal? Banyak!
Epic Comeback Mahjong Ways Nekat Pakai Bet Gede Main Di Server Thailand
Main Slot Kakek Zeus Di Server Thailand Modal 30K Maxwin 2 Juta
Paling Viral! Server Thailand Kasih Bocoran Tarif Paling Murah, Ojek Online Kembali Berjaya?
Pola Mahjong Hari Ini ! Main Cuma 1 Menit Profit 5,6 Juta
Slot Vivoslot: Slot Online yang Pernah Berjaya Pada Masanya: Game Roma Apa Kabarnya? Bisa Demo?
Starlight Princess x1000: Cerita Sukses Master Jul yang Menang Ratusan Juta Karena Bermain PG Soft
Bagaimana Rahasia yang Terdapat Pada RTP Game Server Thailand yang Tinggi dan Apakah Akan Memunculkan Menang Paus untuk Keuntungan Maksimal?
Efek Samping Dari Bermain Mahjong Ways Tanpa Menggunakan Pola Gacor Terbaru: Bersiaplah Rungkad Jika Tanpa Pola!
Menggemparkan Admin Server Thailand: 3 Trik Menang Besar di Mahjong Ways yang Diviralkan oleh Bang Boro di Media Sosial
3 Shio Ini Akan Mendapatkan Rezeki yang Berlimpah, Cek Disini Cara Menang Besar di Sugar Rush

Jakarta -

Gedung DPR akrab dikaitkan dengan bentuk menyerupai kura-kura. Tapi tahu nggak? Ternyata inspirasi pembuatannya bukanlah kura-kura.

Gedung DPR adalah salah satu gedung pemerintahan yang mungkin paling terkenal di Indonesia. Tempat itu selain menjadi ruang kerja bagi lembaga legislatif, juga acapkali menjadi ruang unjuk rasa bagi para demonstran.

Gedung DPR, MPR, dan DPD terletak di Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat. Gedung itu menjadi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa sejak era pemerintahan Sukarno hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gedung tersebut dibangun di era Presiden Sukarno pada 8 Maret 1965. Sukarno pula yang menjadi pencetus pembangunan gedung bagi para wakil rakyat tersebut.

1. Dicanangkan Sukarno untuk CONEFO

Pembangunan tersebut muncul setelah rencana menyelanggarakan Conference of the News Emerging Forces (CONEFO). Adapun CONEFO adalah organisasi yang bertujuan menandingi hegemoni Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Anggotanya ialah negara-negara Asia, Afrika, Amerika Latin, negara sosialis-komunis, dan semua Progressive Forces di wilayah kapitalis.

Namun, pembangunan belum rampung hingga Sukarno dilengserkan. Pada era Soeharto, bangunan tersebut pun dilanjutkan namun dengan proses yang lama. Hingga akhirnya bangunan selesai pada 1 Februari 1983.

2. Bentuknya Bukan Kura-kura

Arsitek bangunan gedung tersebut adalah Soejoedi Wirjoatmodjo yang merupakan jebolan Technische Universitat Berlin Barat. Ia membuat kubah yang berbentuk setengah lingkaran di kedua sisi kanan dan kiri gedung.

Kendati banyak orang yang menganggap bentuk gedung tersebut seperti kura-kura, namun bentuk itu diibaratkan sebagai kepakan burung garuda.

Jika traveler berada di bagian depan dan tengah dalam gedung, nantinya terlihat tiang-tiang penyangga yang berbentuk seolah menjadi kaki burung garuda.

3. Biaya Renovasi Ratusan Miliar

Gedung DPR telah mengalami beberapa kali renovasi. Yang terbesar dilakukan pada 2017 dan menghabiskan biaya sekitar Rp 601 miliar. Di sisi lain, anggaran renovasi tersebut semula hanya Rp 320,4 miliar, atau sekitar setengahnya.

Besarnya biaya itu karena pembangunan juga meliputi gedung baru, perpustakaan, museum DPR, dan alun-alun demokrasi.

Kini area gedung memiliki luas sekitar 80 ribu meter persegi dan terbagi menjadi 5 gedung. Gedung Nusantara atau Gedung kura-kura, dan gedung Nusantara I,II, III, IV, dan V. Selain itu,ada juga Gedung Sekretariat Jenderal, masjid, hingga air mancur.

4. Sejarah Panjang Hiruk Pikuk Demokrasi

Area Gedung DPR menjadi tempat hiruk pikuk dinamika demokrasi di Tanah Air. Banyak upaya penyampaian aspirasi hingga demonstrasi dilakukan masyarakat di depan kompleks tersebut. Tak salah memang, karena DPR adalah lembaga yang seharusnya mewakili suara publik.

Tempat ini menjadi salah satu titik sentral peristiwa demonstrasi Mei 1998. Kala itu ribuan mahasiswa menduduki gedung DPR guna melengserkan rezim Soeharto.

Hingga kini, banyak masyarakat yang kerap menggelar aksi demonstrasi di lokasi tersebut. Terbaru, masyarakat menggelar demonstrasi di lokasi tersebut karena adanya wacana pengesahan RUU Pilkada yang banyak ditentang.


(wkn/wsw)

Read Entire Article