Lupakan Halong Bay, Cobalah Datang ke Nin Binh

3 weeks ago 11
StarJudi
WinJudi
StarJudi
WinJudi
StarJudi winjudi slot
winjudi
Terkuak Bagaimana Cara Pengemudi Ojek Online Mendapatkan Jutaan Setiap Harinya! Cuma Server Thailand yang Bisa Begini?
3 Racikan Super!! Inilah Kisah Pak Gito Supir Gocar yang Berhasil Merubah Nasibnya
Admin Kim Dari Server Thailand: Jangan Pernah Bosen Main di Mahjong Ways, Besok Pasti Menang, Kami Kasih Garansi! Cek Polanya Disini
Beginilah Nasib Pegawai PPSU Setelah Mendaftar di Server Thailand Main Receh Dapat Jepe Juataan
Cuma Disini Dapat Akun Server Thailand Garansi Tarif Murah, Yang Lebih Mahal? Banyak!
Epic Comeback Mahjong Ways Nekat Pakai Bet Gede Main Di Server Thailand
Main Slot Kakek Zeus Di Server Thailand Modal 30K Maxwin 2 Juta
Paling Viral! Server Thailand Kasih Bocoran Tarif Paling Murah, Ojek Online Kembali Berjaya?
Pola Mahjong Hari Ini ! Main Cuma 1 Menit Profit 5,6 Juta
Slot Vivoslot: Slot Online yang Pernah Berjaya Pada Masanya: Game Roma Apa Kabarnya? Bisa Demo?
Starlight Princess x1000: Cerita Sukses Master Jul yang Menang Ratusan Juta Karena Bermain PG Soft
Bagaimana Rahasia yang Terdapat Pada RTP Game Server Thailand yang Tinggi dan Apakah Akan Memunculkan Menang Paus untuk Keuntungan Maksimal?
Efek Samping Dari Bermain Mahjong Ways Tanpa Menggunakan Pola Gacor Terbaru: Bersiaplah Rungkad Jika Tanpa Pola!
Menggemparkan Admin Server Thailand: 3 Trik Menang Besar di Mahjong Ways yang Diviralkan oleh Bang Boro di Media Sosial
3 Shio Ini Akan Mendapatkan Rezeki yang Berlimpah, Cek Disini Cara Menang Besar di Sugar Rush

Jakarta -

Kalau pernah nonton film My Stupid Boss 2, pasti ngeh dengan Nin Binh. Ya, kota kecil di utara Vietnam ini jadi salah satu setting film yang dibintangi Reza Rahardian itu. Saat itu, ada adegan Si Boss sedang mencari karyawan ke Vietnam dan masuk ke pelosok desa yang punya pemandangan indah.

Ada sawah di tepian sungai, yang kanan kirinya ada gugusan batuan kars menjulang. Itulah Nin Binh. Di kalangan turis Indonesia, nama Nin Binh memang tak setenar Halong Bay. Tapi di kalangan traveler asing, Nin Binh amat popular.

Kementerian Pariwisata Vietnam mencatat, di Januari hingga Juni 2023 saja, ada 4,7 juta turis asing yang datang ke sini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kota kecil yang tenang

Kota Nin Binh letaknya tak terlampau jauh dari Hanoi, hanya 1,5 jam kalau memakai kendaraan pribadi.

Itu sebabnya, banyak tur yang menawarkan paket one day trip ke Nin Binh dari Hanoi dengan harga sekitar 500 ribu rupiah. Saya tak mau mengambil trip itu karena ingin merasakan bagaimana suasana kota Nin Binh.

Ternyata, kota Nin Binh ini adalah kota kecil yang amat tenang dan nyaman. Sepintas saya merasa ada di Ubud—banyak sawah, restoran vegetarian, warung ala supermarket kecil, dan homestay-homestay yang dimiliki penduduk lokal. Cocok untuk menenangkan hati. Kota Nin Binh dikelilingi oleh bukit kars. Itu sebabnya, wisata utama di sini adalah berperahu sambil menikmati sungai yang diapit bebatuan kars.

Ya, mirip Ramang-Ramang di Sulawesi Selatan atau Guilin di China. Ada dua tempat untuk menikmati bebatuan kars. Yang pertama adalah Tam Coc, sungai yang di tengah kota Nin Binh yang dijuluki "Halong Bay on Land".

Yang kedua adalah Trang An yang dinobatkan sebagai salah satu UNESCO World Heritage Site karena keindahan lansekapnya. Karena Trang An lebih jauh dari penginapan, saya dan dua orang kawan memutuskan untuk perahu di Tam Coc dulu.

Setelah itu baru ke Trang An dan berkeliling naik sepeda di sekitar Nin Binh. Rencananya begitu.

Cara dayung perahunya unik

Pagi-pagi sekali, kami sudah nongkrong di depan loket tiket. Kami sengaja datang sepagi mungkin supaya tak ramai oleh turis yang datang dari Hanoi. Dari info yang kami dapatkan, turis dari Hanoi biasanya tiba di Tam Coc pukul 10.00 pagi. Tiket perahu dibanderol dengan harga VND 195.000 per orang atau sekitar Rp 130.000.

Satu perahu bisa muat 3 orang (untuk orang Asia) dan 2 orang (untuk non-Asia). Perahu kami dikemudikan seorang wanita paruh baya bercaping kayu khas Vietnam, yang tak bisa berbahasa Inggris sama sekali. Ia hanya tersenyum terus menerus sambil mendayung dengan kaki.

Ya, si ibu mendayung perahu kami bukan dengan tangan seperti perahu biasanya, tapi dengan kaki. Karena dua tangannya bebas, ia bisa mendayung sambil menelpon bahkan makan.

Lewati Tiga Gua

Sepanjang jalan kami disuguhkan pemandangan sungai yang kanan kirinya diapit batu kars. Saya, yang sudah pernah berkunjung ke Guilin, Ramang-Ramang, dan Halong Bay, tetap merasa takjub melihatnya. Kami melewati tiga gua, dua gua pendek dan satu gua panjang. Tadinya saya pikir kami akan turun di salah satu gua seperti di Halong Bay, ternyata tidak. Kami hanya melewatinya.

Perjalanan kurang lebih selama 2m5 jam. Untunglah kami datang pagi-pagi sehingga sungai relatif sepi, hanya ada beberapa perahu yang lewat. Tapi ketika kami kembali, deretan perahu mulai memenuhi sungai.

Turis-turis mulai berdatangan. Untung juga kami datang pagi-pagi karena saat kami sampai di dermaga awal, hujan mulai turun. Dan berlangsung sepanjang hari sehingga akhirnya kami cuma bisa berdiam diri di hotel seharian. Rencana ke Trang An dan bersepeda keliling Ninh Binh langsung buyar karena hujan. Walau sebentar dan rencana kami gagal total karena hujan, tapi Nin Binh tetap jadi salah satu favorit saya selama berpelesiran di Vietnam.

Sumenep, Destinasi Anti Mainstrem di Indonesia

Nin Binh boleh dibilang sebagai salah satu destinasi anti-mainstream di Vietnam. Nah, di Indonesia, ada juga destinasi hidden gem yakni Sumenep, Madura. Nama Sumenep mungkin memang tidak sepopuler destinasi lain di Jawa Timur, tapi ternyata, banyak hal menarik yang bisa ditemui di sana.

Salah satunya adalah Gili Iyang. Bukan hanya punya gugusan laut berwarna biru jernih dengan pasir putih, pulau kecil yang berada di sebelah timur Pulau Madura ini pernah dinobatkan sebagai kawasan dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia 2005, setelah Laut Mati, Yordania.

Saya pernah mencicipi udara di Laut Mati dan jadi penasaran bagaimana rasanya menghirup udara penuh oksigen di Gili Iyang yang konon bikin penduduknya awet muda. Sumenep juga punya sejarah yang kaya, ada masjid dan keraton tua di sana. Sebagai pencinta sejarah dan arsitektur, kunjungan ke bangunan kuno seperti ini bakal menggugah semangat saya; saya bisa berlama-lama di sana. Apalagi katanya, keraton itu merupakan keraton terakhir yang bertahan di Jawa Timur.

Masjidnya pun punya desain unik yang lahir dari akulturasi berbagai budaya dan bangsa. Bukan hanya itu. Banyak pantai dan gili berpasir putih yang bisa dikunjungi di Sumenep. Ada juga Kota Tua Kalianget yang punya bangunan lama seperti bekas benteng Belanda dan rumah-rumah bercorak Eropa. Rasanya tak sabar segera ke sana!

----


Yuk ikut menjelajah keindahan Sumenep dengan mengirim cerita perjalanan kamu. Klik di sini...

Read Entire Article